Pages

Subscribe Twitter

Selasa, 28 Agustus 2012

Artikel perpustakaan


PERPUSTAKAAN ALAM YANG UNIK SEBAGAI DAYA TARIK KECINTAAN MASYARAKAT TERHADAP PERPUSTAKAAN
Era globalisasi telah memaksa setiap bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di sini, pendidikan memegang peranan penting. Namun sayangnya, seperti yang kita lihat sekarang ini, sistem pendidikan di Indonesia ternyata belum mampu mengatasi masalah tersebut. Pendidikan dinilai masih berpihak pada kaum kapitalis dan golongan ekonomi menengah ke atas. Salah satu program untuk mengatasi masalah tersebut yaitu melalui bagian dari pendidikan luar sekolah, yaitu perpustakaan.
Secara umum, perpustakaan mempunyai peranan yang sangat vital bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pertama, sebagai jantung pendidikan dan ilmu pengetahuan. Kedua, sebagai pusat pengumpulan dan penyimpanan sumber pengetahuan dan informasi. Ketiga, sebagai social center, yaitu pusat kegiatan masyarakat setempat.
Berdasarkan hal itulah, maka  keberadaan perpustakaan mutlak diperlukan. Namun disatu sisi, tidak hanya keberadaan letak perpustakaan yang mempengaruhi kualitas pendidikan nasional , minat baca masyarakat yang masih rendah juga ikut berpengaruh. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya daya tarik masyarakat terhadap perpustakaan sehingga kurangnya minat baca itu akan muncul dan merebak menjangkiti masyarakat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis memberikan alternatif solusi yaitu dengan model perpustakaan yang lain dari biasanya yaitu perpustakaan alam yang unik sebagai daya tarik kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan.
Dari latar belakang masalah tersebut maka munculah beberapa permasalahan, yaitu:
Apa yang menyebabkan keengganan masyarakat mendatangi perpustakaan ?
Seperti apa konsep Perpustakaan Alam yang unik sebagai daya tarik kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan ?
Bagaimana cara menarik masyarakat agar cinta dengan perpustakaan ?
Adapun tujuan penulisan artikel ini sebagai berikut:
Memberikan ide tentang adanya sistem dan konsep perpustakaan unik yaitu Perpustakaan Alam.
Memberikan motivasi masyarakat untuk cinta terhadap perpustakaan.
Landasan Teori
Perpustakaan adalah salah satu alat vital dalam setiap program pendidikan nasional. Intinya, perpustakaan adalah sebagai the heart of the educational programs. Oleh karena itu, fungsi diselenggarakanya perpustakaan sebagai berikut:
Merupakan sumber segala informasi
Merupakan fasilitas pendidikan nonformal, khususnya bagi anggota masyarakat yang tidak sempat mendapatkan kesempatan pendidikan formal.
Sarana atau tempat pengembangan seni budaya bangsa, melalui buku atau majalah.
Memberikan hiburam bagi para pembacanya karena keragaman bahan bacaan yang disimpanya.
Pendidikan  mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia di mata dunia. Namun pendidikan formal tidak bisa di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia karena mahalnya biaya pendidikan. Meski berbagai bantuan telah digulirkan oleh pihak pemerintah, namun biaya yang menyertai pendidikan itu sendiri sangatlah mahal. Maka selain pendidikan formal yang digulirkan masyarakat, pendidikan nonformal pun telah dirancang untuk menutup kekurangan pendidikan formal.
Salah satu bentuk pelayanan pendidikan nonformal adalah dengan pendirian perpustakaan wilayah dan perpustakaan daerah. Perpustakaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi yang tidak bisa mengenyam pendidikan formal saja, namum juga diperuntukkan untuk umum, pelajar, mahasiswa, pekerja dan semua masyarakat. Namun dengan berjalanya waktu, keberadaan perpustakaan ini tidak dapat memberikan dampak yang cukup signifikan. Hal ini karena kurangnya minat baca masyarakat. Kurangnya minat baca masyarakat disebabkan oleh tidak adanya rasa cinta terhadap perpustakaan karena perpustakaan dipandang sebagai tempat yang tidak menyenangkan bahkan membosankan dengan setumpuk buku dan kertas. Selain itu, tempat yang jauh dan sulit di jangkau juga menjadi salah satu kendala untuk cinta terhadap perpustakaan. Padahal, membaca ataupun belajar diperlukan suasana yang menyenangkan.
Pembahasan
A. Kelemahan Konsep dan Keberadaan Perpustakaan Wilayah dan Daerah
Sesuai dengan perkembangan jaman, konsep pembangunan berkelanjutan dititik beratkan di daerah pedesaan. Di sini, pendidikan sangat diperlukan. Namun, ternyata harapan dan fungsi tersebut tidak berjalan dengan maksimal. Lembaga pendidikan formal belum mampu mengatasi masalah  rendahnya mutu sumber daya manusia, terutama di daerah pedesaan. Faktor yang mendasari msalah tersebut, terutama adalah ekonomi dan kesadaran masyarkat tentang pentingnya pendidikan yang masih rendah, terutama masyarakat pedesaan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dilaksanakn program peningkatan minat baca, salah satunya adalah dengan program perpustakaan wilayah yang ada di ibu kota provinsi serta perpustakaan daerah yang berada di ibu kota kabupaten. Namun, ternyata program tersebut juga mendapatkan hambatan yang tidak sedikit. Salah satu faktor penghambatnya adalah kurangnya kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan. Hal ini tidak dapat mendorong dan menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya perpustakaan. Oleh karena itu, diperlukan perpustakaan dengan suasana dan tempat yang unik sehingga akan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan.
B. Konsep dan System Perpustakaan Alam
Perpustakaan dalam konsep ini bukan seperti perpustakaan biasa yang kita lihat sekarang. Perpustakaan Alam adalah perpustakaan yang ada si setiap kecamatan dengan model ruang dan penataan yang unik serta menyatu dengan alam. Gedung didirikan di atas kolam yang di kelilingi dengan sungai dan sawah. Struktur bangunan dibuat yang unik misal segitiga, segilima, atau bersusun-susun. Ruang yang ada di sesuaikan dengan tema dan dibuat dengan unik juga, misal segilima atau setengah lingkaran dan dibuat setengah terbuka sehingga mudah melihat alam sekitarnya dan terasa menyatu dengan alam. Tak lupa pemberian warna yang mendukung dan menarik sesuai dengan tema, misal ruang buku tema pertanian diberikan warna hijau, ruang buku dengan  tema air diberi warna biru. Sehingga suasana dalam perpustakaan ini akan lain dari pada di perpustakaan pada umumnya sehingga akan memberikan dampak lain bagi para pembacanya. Di setiap ruang terdapat sekumpulan buku dengan tema yang sama disertai dengan display atau karya yang mendukung. Adapun pengelolaan perpustakaan ini sama dengan pengelolaan di perpustakaan pada umumnya disertai dengan peminjaman buku.
Adapun program yang mendukung adanya partisipasi masyarakat perlu di selenggarakan karena konsep pengambilan peran aktif  perpustakaan ini sebagai konsekuensi logis untuk menarik minat masyarakat. Beberapa program yang bisa diselenggarakan yang dapat meningkatkan peran aktif anggota masyarakat adalah:
Diskusi, seminar, dan musyawarah, baik mengenai pengetahuan-pengetahuan umum maupun berkaitan dengan permasalahan desa yang diselenggarakan di Perpustakaan Alam.
Permainan, pertandingan, dan perlombaan dalam bidang seni, olah raga, pendidikan dan kebudayaan yang berpusat di Perpustakaan Alam ini.
Mengadakan pameran hasil karya dan koleksi masyarakat yang berpusat di Perpustakaan Alam.
Pengembangan kelompok kerja yang ditujukan sebagai penggagas pengembangan desa berbasis perpustakaan serta pelaksana kongkritnya.
Untuk memperkenalkan pada masyarakat tentang adanya Perpustakaan Alam ini  maka perlu diadakan sosialisasi dengan memberikan berbagai macam perlombaan dalam bidang seni, olah raga, pendidikan dan kebudayaan yang berpusat di Perpustakaan Alam ini.
Penutup
A. Kesimpulan
Dari uraian diatas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Rendahnya kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan disebabkan adanya suasana yang monoton sehingga kebosanan menjangkiti sehingga minat baca akan menurun.
Perpustakaan Alam adalah perpustakaan yang ada di setiap kecamatan dengan model ruang dan penataan yang unik serta menyatu dengan alam.
Untuk membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan maka perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang menarik dari peran aktif  Perpustakaan Alam, misalnya dengan kegiatan perlombaan, seminar, diskusi atau musyawarah.
B. Saran
Saran yang dapat penulis berikan sebagai berikut:
Hendaknya pemerintah secepatnya membangun Perpustakaan Alam yang ada di setiap kecamatan dengan model ruang dan penataan yang unik serta menyatu dengan alam.
Untuk menarik minat kunjung dan  kecintaan masyarakat terhadap perpustakaan, hendaknya perpustakaan berperan aktif mengadakan kegiatan-kegiatan atraktif, misal berupa penyuluhan, perlombaan, diskusi, seminar dan sebagainya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar